Maraknya Kasus Perselingkuhan, Negara Tidak Boleh Diam!

 



Oleh : Ummu Fikru (Motivator Muslimah)


Beberapa hari lalu jagad dunia maya (Instagram) dihebohkan dengan kasus penghianatan seorang istri kepada suami dan ke-3 anaknya yaitu dengan memiliki hubungan dengan lelaki lain bisa dibilang dengan berselingkuh.


Selebgram sekaligus influencer Julia Prastini alias Jule akhirnya memberikan klarifikasi terkait isu skandal perselingkuhannya dengan petinju bernama Safrie Ramadhan.

Jule, dalam sepekan terakhir, menjadi sorotan terkait isu perselingkuhan tersebut

Dia dihujat warganet karena diduga mengkhianati suami dan tiga anaknya demi lelaki lain

Warganet juga meminta sejumlah brand untuk memutus kerja sama dengan Jule

Beberapa brand pun langsung menyatakan memutus kontrak dengan Jule

Dalam foto yang beredar, Jule bahkan tampak membuka jilbabnya, berpose intim dengan sang petinju.

Padahal, Julia Prastini sudah menikah dengan pria bernama Na Daehoon dan memiliki 3 orang anak. Bukti-bukti dugaan selingkuh Julia Prastini dengan Safrie Ramadhan viral di media sosial.

 Atas kabar tersebut, Julia Prastini akhirnya beri penjelasan lewat unggahan di akun Instagramnya.

Dalam keterangannya, Jule tak menampik terkait kabar perselingkuhannya dengan Safrie.(WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA- 26/09/25)


Kasus perselingkuhan ibarat gunung es yang nampak hanya sedikit padahal di permukaan tak nampak. Kasus Jule hanya sebagian saja yang terindera sebab dia seorang selebgram, Wajar jika kehidupan pribadinya menjadi konsumsi publik dan karena pernikahan dengan Na Daehoon pria asal Korea Selatan ini menjadi muallaf sebelum menikahi Julia selain itu Daehoon selalu ikut membersamai untuk merawat anak-anak. Banyak kasus istri selingkuh yang tak tercium oleh media masa.


Statistik Perselingkuhan di Indonesia

Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Justdating, Indonesia menempati peringkat kedua di Asia untuk kasus perselingkuhan, dengan sekitar 40% responden (baik pria maupun wanita) mengaku pernah berselingkuh dari pasangannya. Angka ini konsisten dengan laporan dari berbagai sumber, termasuk artikel yang diterbitkan pada Juni 2024.

Kelompok Usia: Kasus perselingkuhan paling banyak terjadi pada rentang usia 30-39 tahun (32%), diikuti oleh kelompok usia 19-29 tahun (28%), dan 40-49 tahun (24%). Data ini menunjukkan bahwa perselingkuhan lebih umum terjadi pada usia produktif, di mana individu sering menghadapi tekanan karier dan hubungan. Jenis Kelamin: Survei terbaru menunjukkan fakta mengejutkan bahwa wanita di Indonesia cenderung lebih banyak berselingkuh dibandingkan pria. Sekitar 32% perempuan yang sudah menikah mengaku pernah berselingkuh setidaknya sekali selama pernikahan. Namun, beberapa sumber lain menyebutkan perbandingan perselingkuhan antara pria dan wanita adalah 5:2, dengan pria masih lebih dominan dalam beberapa konteks.

Ternyata Indonesia menjadi peringkat ke-2 se-Asia dengan kasus perselingkuhan terbanyak.. Astagfirullah 


Jakarta (ANTARA) - Pengadilan Agama Jakarta Barat menyatakan perselingkuhan dan kondisi keuangan (finansial) menjadi penyebab utama terjadinya perceraian di wilayahnya.

Ketua Pengadilan Agama Jakarta Barat, Muhammad Razali membeberkan mulai Januari-Maret 2025 telah menangani hingga 900 perkara perceraian.

"Bila dilihat data Januari-Maret 2025, angka perceraian mencapai 800-900 perkara. Mayoritas disebabkan karena faktor ekonomi dan perselingkuhan," ucap Razali usai melakukan audiensi dengan Wali Kota Jakarta Barat, Uus Kuswanto di kantor Wali Kota Jakbar, Jumat. (AntaraNews.com 11/04/25)


Di wilayah Jakarta Barat kasus perselingkuhan menjadi salah satu penyebab perceraian, ini hanya satu wilayah di Indonesia belum di wilayah lain dapat dipastikan setiap daerah ada kasus yang sama.


Tak mungkin ada asap jika tidak ada api, itu peribahasa yang tepat. Tidak mungkin melakukan sesuatu tanpa adanya penyebab yang memicu berbuat sesuatu, pasti ada dorongan dari internal ataupun external yang mempengaruhi pola fikir, dan pola sikap seseorang.


Perselingkuhan di lingkungan kita bukan lah hal yang tabuh lagi, sudah menjadi hal terbiasa di tengah masyarakat hari ini yang bebas.

Banyak faktor perselingkuhan bisa terjadi :  

1. Lemahnya Iman dan Taqwa

Dalam sebuah rumah tangga pondasi awalnya adalah iman dan taqwa sebab itulah pondasi yang kuat untuk membangun rumah tangga SAMAWA hingga Jannah, jika itu tidak dibangun dalam sebuah keluarga dapat dipastikan rumah tangga tersebut akan hancur. Selain Iman dan Taqwa.


2. Komunikasi kurang sehat dengan pasangan

Komunikasi yang sehat sangat diperlukan dalam membangun keluarga yang harmonis, jika komunikasi tidak sehat bagaimana bisa memahami pasangan satu sama lain, jika ada masalah datang menerpa tidak ada jalan keluar untuk menyelesaikan.



3. Kemudahan akses dalam sosial media

Media masa hari ini bebas tidak ada batasan akses dan tayangan, semua bisa akses entah anak kecil orang dewasa bahkan lansia semua bisa, tayangan gambar apapun itu bebas entah tayangan membuka aurat, vidio porno dan sejenisnya, chat dengan lawan jenis pun sangat mudah sekali itu menjadi cela setan untuk menggoda anak Adam dalam bermaksiat kepada Allah. 


4. Budaya hedonis dan normalisasi dosa

Munculnya vidio flexing/pamer kekayaan di sosmed membuat orang gelap mata, membuat orang membandingkan kehidupannya merasa hidupnya kurang tidak bersyukur akhirnya mengambil jalan pintas untuk menghianati pasangan demi hidup enak makan enak, punya barang branded, kendaraan bagus, liburan keliling dunia, sampai anaknya pun rela ia tinggalkan demi gemerlapnya kehidupan dunia.

 Menormalisasi dosa menjadi pemicu besar orang untuk berbuat dosa, dengan membiarkan hal yang dilarang Allah adalah dosa efeknya pun besar akhirnya orang tidak merasa perbuatan perselingkuhan itu hal yang wajar, Hak asasi manusia yang menjadi payung hal tersebut jika melihat kemaksiatan jika mereka suka sama suka kita tidak bisa berbuat apa-apa ditambah tidak ada hukuman yang jelas kepada para pelaku.

5. Luka batin yang tak sembuh

Luka batin yang terus menerus menumpuk menggunung tak diluapkan akan menjadi bomerang yang sewaktu waktu bisa meledak, pasangan kita bukanlah malaikat yang tak punya salah dan dosa, pasangan kita hanya manusia biasa yang tempatnya salah dan dosa, selayaknya kita yang mengaku mencintai pasangan karena Allah harusnya mampu untuk mengingatkan dengan ma'ruf kita ada perbuatan, perkataan atau apapun itu yang dilakukan melukai hati bukan mencari pelarian dengan berselingkuh itu bukanlah solusi tuntas justru menjerumuskan dalam jurang durjana kenistaan dan memiliki rasa pemaaf yang luas untuk pasangan kita, jangan pernah bosan ataupun lelah dalam memaafkan, diri kita pun pasti melakukan kesalahan dan dosa lantas mengapa kita tidak bisa memaafkan Allah saja yang menciptakan bisa memaafkan hambaNya saat berbuat dosa.


6. Kurangnya ilmu pranikah dan pasca menikah

Ilmu pernikahan sangatlah dibutuhkan untuk membangun sebuah keluarga, sebelum menikah saja perlu ilmu untuk memilih pasangan yang baik menurut Allah apalagi ilmu saat menjalani pernikahan, sebab ada hak dan kewajiban yang harus ditunaikan satu sama lain jika hanya salah satu akan berat sebelah dan akan memicu konflik dalam rumah tangga. Rumah tangga bukan hanya untuk satu, dua hari tapi untuk selamanya hingga ke akhirat, setiap perbuatan akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah, jadi wajib memiliki ilmu saat menikah.


7. Tidak tahu batasan hubungan dengan lawan jenis

Laki-laki dan perempuan dalam kehidupan adalah terpisah hanya dalam kondisi tertentu boleh bertemu semisal : bermuamalah, pendidikan, kesehatan, ibadah haji&umroh selain itu tidak boleh ada interaksi antara keduanya. Ini menjadikan wajib menuntut ilmu agama agar tidak terjerumus dalam lubang kemaksiatan, kata para ulama ketika laki-laki dan perempuan berdua"an maka yang ke tiga syaitan. Setan akan terus mengganggu anak Adam, syaitan akan menghiasi yang haram itu menjadi indah.

 

8.Tidak ada hukuman bagi pelaku

Karena sistem demokrasi menjunjung tinggi HAM tidak bisa menjerat pelaku karena sama-sama suka, justru jika dilaporkan bisa terkena HAM karena asasnya tidak merugikan orang lain meskipun melanggar aturan Allah, bebas berperilaku adalah semboyan demokrasi sekuler kapitalisme dan tidak ada undang-undang yang menjerat pelaku perselingkuhan wajar jika semakin banyak kasus perselingkuhan.

Itulah beberapa faktor yang terindera penyebab semakin banyak kasus perselingkuhan. 


Wajar hal tersebut banyak terjadi sebab hari ini meninggalkan aturan Allah yang sempurna dan lengkap, Islam bukan hanya sekedar Agama tapi jalan hidup Way of life, artinya setiap segala aktifitas terikat dengan hukum Allah dan hanya mengharapkan ridha Allah. 

Apalagi dalam sebuah pernikahan yang suci harusnya itu menjadi ladang amal jariyah saat di dunia untuk menjadi bekal menuju akhirat, dari pernikahan tersebut lahirnya keturunan yang sholih/ah menjadi penyejuk mata hati dan kelak menjadi penolong orang tua di akhirat. Pada fakta nya tatanan keluarga hari ini rusak akibat salahnya penerapan sistem demokrasi kapitalis sekuler.

Pemerintah hari ini tidak bisa berbuat apa-apa atas kondisi hari ini banyak kasus perzinahan, perselingkuhan, pembunuhan , korupsi dan banyak kejahatan lainnya, pemerintah hanya melakukan tambal sulam hanya memperbaiki yang lubang saja tapi tidak memperbaiki hingga ke akar permasalahan dengan tuntas. 


Berbeda dengan Islam yang bersumber dari Wahyu Allah Al-Qur’an dan Sunnah diterapkan dalam setiap lini kehidupan. Islam memiliki solusi tuntas untuk mencegah perselingkuhan dan perzinahan :

1. Laki-laki dan perempuan saling menundukkan pandangan 

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:


قُلْ لِّـلْمُؤْمِنِيْنَ يَغُـضُّوْا مِنْ اَبْصَا رِهِمْ وَيَحْفَظُوْا فُرُوْجَهُمْ ۗ ذٰلِكَ اَزْكٰى لَهُمْ ۗ اِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌ بِۢمَا يَصْنَـعُوْنَ

"Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu lebih suci bagi mereka. Sungguh, Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat."

(QS. An-Nur 24: Ayat 30)


Bukan hanya laki-laki yang diperintahkan menundukkan pandangan tapi perempuan juga wajib menjaga pandangannya saat melihat laki-laki bukan mahromnya. 

2. Menjaga diri dengan Iman dan takwa, inilah benteng internal yang kuat untuk terhindar dari kemaksiatan, menyadari bahwa Allah senantiasa mengawasi kita di manapun berada, memahami makna atas tiga simpul besar kehidupan di dunia untuk apa diciptakan menjadi hamba Allah, di dunia kita hanya mengumpulkan pembekalan amal untuk menuju Dunia akhirat yang kekal, dengan fahamnya hak itu bisa membuat kita sadar atas segala aktifitas yang dilakukan sesuai dengan perintah Allah dan menjauhi larangan Allah.

3. Menutup aurat dengan sempurna, Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:


يٰۤـاَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِّاَزْوَا جِكَ وَبَنٰتِكَ وَنِسَآءِ الْمُؤْمِنِيْنَ يُدْنِيْنَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَا بِيْبِهِنَّ ۗ ذٰلِكَ اَدْنٰۤى اَنْ يُّعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ ۗ وَكَا نَ اللّٰهُ غَفُوْرًا رَّحِيْمًا

"Wahai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang mukmin, "Hendaklah mereka menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka." Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali, sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang."

(QS. Al-Ahzab 33: Ayat 59)


Wajib bagi setiap perempuan menutup aurat sempurna dengan menjulurkan gamis/pakaian longgar hingga menutupi seluruh tubuhnya, memakai khimar hingga menutupi dada. Laki-laki pun juga memiliki batasan aurat yang wajib ditutupi dari pusar hingga lutut yang berhak melihat hanya istrinya saja. Selain menutup aurat perempuan dilarang bertabbaruj (berhias) menggunakan makeup yang berlebihan, tidak boleh memakain wewangian yang hingga meninggalkan jejak itu bisa mengundang syahwat lawan jenis. Selain itu tidak boleh berbicara mendayu-dayu berlebihan lembut kepada ajnabi (laki-laki asing) selain suaminya. Negara akan memberikan perintah untuk diterapkan kepada setiap individu jika tidak melakukan akan diberikan sanksi, untuk selain muslim (kafir) juga diperintahkan menutup aurat agar tidak terlihat yang seharusnya tidak nampak.


4. Menjaga interaksi dengan lawan jenis, ini sering kali menjadi jebakan halus syaitan, menjalin interaksi dengan lawan jenis di media sosial menjadi cela terjadinya hubungan terlarang sebab tidak ada yang melihat selain mereka dan Allah, di sinilah peran penting Iman untuk tetap menjaga interaksi dengan lawan jenis meskipun ada di dunia maya. Laki-laki dan perempuan hanya boleh bertemu dan interaksi dalam keadaan tertentu misalnya dalam lingkungan pendidikan, kesehatan, muamalah dan dalam ibadah haji dan umroh itupun hanya sejawarnya saja tidak boleh lebih dari kebutuhan, selain kondisi tadi tidak diperbolehkan. Negara juga memiliki kewajiban untuk menutup segala cela agar tidak terjadi hal tersebut dengan memberikan edukasi pemahaman tentang syariat Allah dan menjatuhkan sanksi jika ada yang melanggar.

5. Negara akan memberikan edukasi ilmu tentang pernikahan, bagaimana cara memilih pasangan, jika ada masalah bagaimana menyelesaikannya, memberikan bekal untuk persiapan menjadi seorang istri dan suami.

6. Lingkungan mendukung dengan nuansa Islam, saling menasihati dalam kebaikan mengingatkan dalam ketaatan. Jika melihat kemaksiatan akan ditegur dengan begitu pelaku perselingkuhan akan merasa malu jika melakukan hal tersebut.

7. Setelah upaya internal dan external diupayakan ternyata masih saja terjadi, Negara memiliki sikap tegas untuk menjatuhkan sanksi kepada pelaku tak memandang dia laki-laki atau perempuan, anak pejabat, orang kaya, guru, pengusaha kaya, semua sama dihadapan Allah tetap akan dijatuhkan sanksi. Jika terbukti bersalah melakukan perselingkuhan dan perzinahan akan dijatuhkan sanksi tegas, jika pelaku sudah menikah akan dijatuhkan hukum rajam hingga mati, jika belum menikah akan dicambuk 100x dan diasingkan, Islam tegas dalam memberikan Sanksi ini bersifat zawajir (pencegah) dan jawabir (penebus dosa). Aturan Allah hanya bisa tegak dalam naungan Daulah Khilafah Islamiyah yang menjadi landasannya adalah Al Qur'an dan Sunnah, Negara menjadi penjaga aturan tersebut. 

Sistem hari ini yang bersumber dari aturan manusia tidak bisa diharapkan lagi, harus segera ditinggalkan mari kita perjuangan tegaknya kembali Khilafah.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel