Pembantaian Di Sudan Akibat Ketiadaan Khilafah

 


Oleh Hafizatul Dwi Maulida,S.Pd


Setelah genosida Gaza yang sampai saat ini masih berlangsung terdengar berita menyedihkan dari Sudan. Muslim di Sudan di genosida dengan di kubur hidup hidup. Sungguh ironis kondisi kaum muslim saat ini menjadi jajahan kaum imperialis.  Sebanyak 1.500 warga Sudan meninggal dalam waktu tiga hari menyusul penguasaan Pasukan Dukungan Cepat (RSF) di el-Fasher. Angka ini menandai eskalasi mengerikan perang saudara di Sudan.


Aljazirah melaporkan, RSF yang berperang melawan militer Sudan untuk menguasai negara itu, menewaskan sedikitnya 1.500 orang selama tiga hari terakhir ketika warga sipil mencoba melarikan diri dari kota yang terkepung, Jaringan Dokter Sudan mengatakan pada hari Rabu kelompok tersebut yang memantau perang saudara di negara tersebut menggambarkan situasi genosida yang nyata.


Pembantaian yang disaksikan dunia saat ini merupakan perpanjangan dari apa yang terjadi di El-Fasher lebih dari satu setengah tahun lalu, ketika lebih dari 14.000 warga sipil terbunuh akibat pemboman, kelaparan, dan eksekusi di luar hukum,” kata kelompok tersebut.  Republik.co.id, 31/10/25.

Perseteruan antara angkatan bersenjata Sudan (SAF) dengan pasukan dukungan cepat ( RSF) yang memiliki tujuan kekuasaan yang akhirnya menyasar kepada pembantaian warga sipil. Perseteruan ini tidak hanya masalah SARA tapi adanya pihak tertentu yang mengambil kesempatan dalam pertikaian tersebut. 

Adanya perseteruan dua kelompok yang menyulut pertikaian warga sipil menarik perhatian dunia tapi pada nyatanya dunia saat ini tidak bisa membantu secara signifikan apalagi PBB lembaga internasional pun tidak punya taring untuk menyelesaikannya. Walaupun ada aksi itu hanya sebagai atraksi simpati terhadap warga yang menjadi korban.  Warga yang menjadi korban yang diperlukan adalah keamanan hidup mereka bukan hanya simpati saja dan hal itu tidak dapat di berikan lembaga internasional saat ini. 

Hal ini membuktikan pertikaian antar saudara ini bukan masalah sepele tapi lebih kepada masalah politik. Karena pertikaian ini berbuntut panjang yang tidak bisa diselesaikan hanya dengan diplomasi. Selain  itu adanya dukungan dari beberapa negara terhadap kedua kelompok ini membuat semakin runcing masalah. 

Dari sisi geopolitik Sudan kaya dengan sumber daya alamnya seperti minyak,gas bumi,emas, uranium dan lainnya. Kekayaan alam inilah yang sering terjadi perebutan untuk menguasai oleh dua kelompok ini dan tidak hanya itu menarik perhatian negara kapital untuk menguasainya.

Adanya sistem sekuler kapitalis yang saat ini menggerogoti kehidupan saat ini menjadikan negara penjajah secara rakus untuk mengeruk sumber daya alam sampai habis. Negara imperialis tentu tidak menyianyiakan kesempatan ini dengan berbalut proyek , bisnis untuk mengambil sumber daya alam yang ada di Sudan. 

Sistem sekuler kapitalis lah yang membuat ekosistem saat ini tidak seimbang. Sistem sekuler  menciptakan manusia yang rakus dengan dunia dan kesenangan materi saja tanpa memperdulikan kehidupan manusia lainnya sebagai imbas perbuatan mereka.

Pembantaian di Sudan menyasar hanya kepada kaum muslim yang ada disana, hal ini harusnya membuat kaum muslim berpikir ada apa? Tidak hanya di Sudan tapi juga Rohingya, Uighur, Palestina mereka adalah kaum muslim tapi mereka di bantai. Latar belakang pembantaian pun beraneka ragam tapi yang memilukan hati selalu yang menjadi korban pembantaian adalah kaum muslim.

Kaum muslim harus sadar bahwa hal tersebut terjadi karena adanya ideologi besar yang hegemoninya terancam yakni sekuler kapitalis. Negara yang mengadopsi ideologi sekuler kapitalis mengetahui bahwa untuk berjaya maka harus melakukan imperialis terhadap negara tersebut dengan strategi politik adu domba, diplomatik  kerjasama ekonomi,pendidikan, politik.

Untuk menumbangkan ideologi sekuler kapitalis hanya bisa dilawan dengan ideologi yakni ideologi Islam. Islam bukan hanya agama tapi juga sebagai ideologi yang menghantarkan aturan hidup manusia. Dalam kehidupan ini manusia itu diatur oleh Islam dan tidak bisa berjalan sendiri saja. Sehingga perlu adanya penerapan ideologi tersebut dalam institusi yakni Khilafah.

Berbagai kasus yang menimpa kaum muslim yang tertindas hal ini disebabkan ketiadaan khilafah yang melindungi kaum muslim. Khilafah adalah satu komando pemimpin kaum muslim yang akan melindungi dari berbagai serahkan kafir. Kaum muslim yang terpecah dari berbagai negara saat khilafah Utsmaniyah runtuh menyebabkan kelemahan  kaum muslim.

Kelemahan kaum muslim terjadi karena meninggalkan ideologi Islam dan mengadopsi ideologi sekuler  yang diterapkan dalam kehidupan. Keberhasilan kafir harbi menghancurkan peradaban Islam di ganti dengan  ideologi sekuler kapitalis hingga membuat kaum muslim terkoyak dalam keberlangsungan hidupnya hingga menimbulkan berbagai masalah kehidupan baik dari segi aqidah, akhlak, pendidikan, hukum, kesehatan dan sosial, ekonomi, politik.

Berbagai permasalahan hidup akibat penerapan ideologi sekuler kapitalis hanya akan bisa di selesaikan dengan Khilafah yang akan menerapkan aturan Islam di semua lini kehidupan. Ideologi sekuler kapitalis merupakan ideologi kufur karena telah berani membuat hukum untuk di laksanakan oleh kaum muslim padahal hukum yang hak untuk di taati adalah hukum Allah yang telah menciptakan manusia tentunya dengan seperangkat aturan. 

Untuk melawan ideologi sekuler kapitalis yang diemban oleh negara adidaya  tidak lain dengan adanya persatuan umat muslim seluruh dunia di bawah komando Khilafah. Kesadaran umat bersatu dengan dipimpin oleh satu kepemimpinan oleh Khalifah akan mampu membawa kaum muslim berjaya seperti pada masanya.

Adapun permasalahan umat muslim duna hanya akan bisa di diselesaikan dengan khilafah sebagaimana disampaikan  didalam Al-Quran Al Maidah ayat 44 yang artinya:


وَمَن لَّمۡ یَحۡكُم بِمَاۤ أَنزَلَ ٱللَّهُ فَأُو۟لَـٰۤىِٕكَ هُمُ ٱلۡكَـٰفِرُونَ


Dan barang siapa tidak berhukum dengan yang telah Allah turunkan, mereka tergolong orang-orang kafir.

Dari ayat tersebut diperintah kah untuk mentaati aturan Islam. Untuk mentaati aturan Allah secara sempurna hanya dengan Khilafah karena  yang akan menerapkan aturan Islam secara menyeluruh adalah khilafah. Ketidaktaatan kepada  hukum Allah sehingga banyak terjadi kerusakan di muka bumi dan kaum muslim yang selalu ditindas dan saatnya kita taat kepada Allah secara sempurna.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel