Pesan Ilahiyah kepada Umat Islam dalam Peristiwa Isra Mi'raj

 


Oleh Eli Supriatin


Peristiwa Isra Mi‘raj merupakan salah satu peristiwa paling monumental dalam sejarah Islam. Kewajiban shalat lima waktu merupakan salah satu pesan inti dari Isra Mi‘raj. Shalat adalah satu-satunya ibadah yang Allah SWT wajibkan secara langsung kepada Rasulullah ﷺ di Sidratul Muntaha tanpa perantara. Hal ini menunjukkan kedudukan shalat sebagai fondasi utama pembentukan manusia bertakwa.


Rasulullah ﷺ menegaskan bahwa shalat adalah amal pertama yang akan dihisab pada Hari Kiamat. Shalat pun sekaligus menjadi pembeda antara iman dan kufur. 

Sejatinya ketika Rasulullah ﷺ memimpin shalat para nabi di Masjid al-Aqsha, merupakan simbol dan isyarat ilahiyah tentang kepemimpinan Islam atas seluruh umat manusia dan seluruh risalah sebelumnya.


Isyarat ini kemudian terwujud secara konkret setelah Rasulullah ﷺ hijrah ke Madinah saat beliau menegakkan Negara Islam. Negara Islam tersebut memimpin masyarakat majemuk yang terdiri dari kaum Muslim dan non-Muslim. Demikian sebagaimana tertuang dalam Piagam Madinah (Watsîqah al-Madînah). Piagam ini  antara lain mengatur hubungan sosial dan politik secara adil di bawah kepemimpinan Islam.


Setelah era Negara Islam di bawah kepemimpinan Rasulullah ﷺ, lalu dilanjutkan oleh para Khulafaur Rasyidin yakni Sahabat Abu Bakar ash-Shiddiq ra. sebagai khalifah pertamanya. Setelah wafat, digantikan oleh Sahabat Umar bin al-Khaththab ra. Pada masa Khalifah Umar bin al-Khaththab ra., Kota al-Quds—tempat yang pernah disinggahi Rasulullah ﷺ dalam peristiwa Isra Mi’raj—dibebaskan  tanpa pertumpahan darah. Khalifah Umar ra. menerima kunci kota tersebut dari Patriark Nasrani dengan penuh kehormatan. Ini adalah sebuah peristiwa yang diakui oleh sejarawan Muslim maupun non-Muslim sebagai teladan kepemimpinan yang adil dan beradab.


Kepemimpinan Islam ini pun berlangsung dengan dilanjutkannya oleh Khalifah Utsman bin Affan ra., Ali bin Abi Tholib ra, lalu dilanjutkan oleh para khalifah selanjutnya yakni dari bani Ummayyah, bani Abasiyyah lalu bani Utsmaniyah. Akan tetapi, tragedi besar menimpa umat Islam ketika Khilafah dihancurkan pada 28 Rajab 1342 H (3 Maret 1924 M).


Kini umat Islam terpecah menjadi puluhan negara lemah yang mudah dikendalikan, diintervensi bahkan dijajah. Itulah yang terjadi sejak Khilafah Islam diruntuhkan hingga saat ini. Palestina yang dijajah Yahudi selama puluhan tahun hingga hari ini hanyalah salah satu contohnya. Padahal dulu, selama ratusan tahun, Palestina aman dan damai di bawah kekuasaan Khilafah Islam.


Selain kewajiban shalat lima waktu, Isra Mi‘raj mengandung pesan ilahiyah kepada umat Islam agar senantiasa menegakkan kepemimpinan Islam global yang menerapkan syariah Islam secara kâffah, yang bakal mampu (sebagaimana dulu) mewujudkan keadilan sejati sekaligus memimpin manusia menuju kesejahteraan dan keridhaan Allah SWT.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel