Palestina, Di Tengah Gempuran Derita
Oleh : Irohima
Berbicara tentang Palestina, selalu menguras emosi dan air mata. Penderitaan mereka sudah di luar nalar dan logika, tapi hingga detik ini kita masih tak bisa berbuat apa-apa. Dunia seakan menyibukkan kita dengan urusan yang tidak ada habisnya, tak jarang membuat perhatian kita teralih dan hampir melupakan mereka di sana.
Zionis Israel laknatullah terus saja berulah dan bertindak sewenang-wenang dengan melarang dan membatalkan izin kerja 37 organisasi kemanusiaan internasional yang beroperasi di wilayah Palestina yang diduduki, khususnya di jalur Gaza. Kementerian luar negeri dan ekspatriat Palestina mengutuk dan menolak alasan Zionis Israel atas pemberlakuan larangan tersebut. Kementerian Luar Negeri Palestina menekankan bahwa organisasi-organisasi tersebut memiliki peran penting karena memberikan dukungan kemanusiaan, layanan kesehatan bagi warga terutama di Gaza di tengah agresi militer Israel, praktik taktik kelaparan dan serangan terhadap kamp-kamp pengungsi di Tepi Barat (Antara, 31/12/2025).
Penderitaan rakyat Palestina seperti sengaja dipelihara agar Zionis tetap bisa eksis, meski dengan status diakui atau tidak diakui oleh dunia. 71.269 orang telah tewas dan 171.232 lainnya mengalami luka adalah jumlah yang terdata, kita belum tahu seberapa banyak lagi nyawa yang hilang. Agresi militer Israel sejak Oktober 2023 yang terus menerus menyebabkan korban berjatuhan tidak hanya yang bisa ditemukan dengan mudah, banyak juga korban yang tertimbun puing-puing reruntuhan bangunan.
Penderitaan rakyat Palestina niscaya akan terus berlangsung selama Israel masih ada. Segala upaya seperti perundingan, perjanjian, gencatan senjata nyatanya tak jua berhasil menghentikan mereka. Sejatinya, Israel memiliki tujuan menguasai Palestina seutuhnya, perundingan dan gencatan senjata hanya formalitas belaka, untuk mengaburkan niat jahatnya dan untuk mengambil jeda karena lelahnya menghadapi upaya perlawanan yang sengit dari rakyat Palestina. Israel tidak akan pernah berhenti, seluruh upaya akan mereka lakukan demi berdirinya Israel Raya dan menguasai politik ekonomi dunia.
Membiarkan Israel dengan sepak terjangnya sama saja dengan membiarkan Palestina terjajah selamanya. Berbagai perundingan dan gencatan senjata tak ubahnya permainan yang kerap mereka curangi. Berbagai tawaran penyelesaian yang diusung Amerika Serikat memosisikan Palestina ke dalam jurang yang lebih dalam. Apalagi ide solusi dua negara yang justru berpotensi mengancam kedaulatan bahkan menghilangkan Palestina. Oleh karena itu, untuk membebaskan Palestina tak cukup hanya dengan mengutuk dan meminta belas kasihan Israel memberi akses pada bantuan kemanusiaan.
“ Kezaliman akan terus ada bukan karena banyaknya orang jahat, tapi karena diamnya orang-orang baik “ (Ali bin Abi Thalib). Ungkapan ini menekankan bahwa diamnya orang baik yang menyaksikan ketidakadilan adalah faktor utama merajalelanya kejahatan. Hal ini selaras dengan kondisi yang dialami Palestina saat ini. Penderitaan mereka bukan hanya karena serangan Israel yang tanpa jeda, tapi juga karena diamnya kita sebagai saudara seakidah, khususnya para penguasa yang sebenarnya memiliki kuasa memberikan bantuan tentara tapi tak juga mengirimkannya, mereka justru berdiri berdampingan dengan musuh dan tenggelam dalam pengkhianatan.
Sungguh, yang bisa membebaskan Palestina hanyalah Khilafah. Hanya Khilafah satu-satunya negara yang bisa menyeru jihad dan mengirim tentara tanpa menunggu prosedur panjang dan perundingan demi perundingan. Khilafah adalah sistem pemerintahan dalam Islam yang bertujuan meriayah umat berdasarkan syariat, di mana akan menaungi seluruh umat muslim di dunia lintas ras, suku, bahasa maupun wilayah.
Selama ini kita terkotak-kotak dalam sekat nasionalisme yang diciptakan barat, sekat inilah yang kemudian memecah kesatuan umat dan menjadikan umat rapuh hingga mudah dikendalikan dan diadu domba oleh penjajah. Sekat ini jua yang membuat perasaan, pemikiran dan aturan kita berbeda dalam menyikapi persoalan Palestina. Dan sekat ini juga yang membuat kita tak bisa berbuat apa-apa saat kezaliman Israel merajalela.
Kita butuh Khilafah untuk bisa menyelesaikan persoalan Palestina, karena hanya Khilafah yang bisa menjadi junnah dan menyatukan seluruh umat muslim di dunia. kita sudah melihat berbagai upaya penyelesaian persoalan Palestina yang gagal, karena memang tak ada solusi terbaik selain Khilafah. Maka dari itu, bersegeralah kembali kepada Islam, dan berjuang mengembalikan kehidupan Islam dalam naungan Khilafah. Dengan Khilafah, kita bisa membebaskan kembali Palestina seperti yang pernah dilakukan Shalahuddin Al-Ayubi ataupun Umar bin Khattab
Wallahualam bis shawab.
.jpeg)