Genosida di Palestina, Islam Solusi Nyata
Oleh: Tsabita (Pegiat Literasi)
Palestina masih berduka, kekejaman Zionis masih terus terjadi. Di saat dunia sibuk mengatur kepentingan masing-masing,, sampai saat ini kita masih menyaksikan penderitaan Palestina yang sendirian berjuang melawan penjajah.
Israel tetap melancarkan agresi ke Gaza meski sedang gencatan senjata, banyak korban perempuan dan anak yang terluka bahkan kehilangan nyawa. Derita Perempuan dan anak-anak Palestina tak kunjung berakhir, gempuran dan serangan yang dilakukan Israel menyasar warga sipil termasuk perempuan dan anak-anak. Meski dunia telah tahu ini adalah pelanggaran HAM, namun tak ada yang mampu menghentikan.
Zionis Israel terus menjalankan berbagai cara untuk melemahkan dan menghancurkan Palestina. Serangan baru Israel yang paling brutal yaitu menggunakan senjata termal termobarik untuk membunuh ribuan warga di jalur Gaza, Palestina. Senjata ini membuat jasad seolah menguap atau hilang tanpa jejak. Senjata itu diduga menghasilkan suhu lebih dari 3.500 derajat Celcius. Dalam laporan investigasi Al Jazeera yang berjudul ”The Rest Of The Story”, setidaknya ada 2.842 warga Palestina yang hilang sejak agresi dimulai pada Oktober 2023. (www.kumparan.com/23/10/2023)
*Genosida Palestina*
Penggunaan senjata termobarik oleh Israel menunjukkan apa yang terjadi di Palestina bukan konflik biasa melainkan penjajahan modern dan tidak berperikemanusiaan. Semakin nampak bahwa yang dilakukan oleh Israel adalah genosida.
Penderitaan Palestina telah mencerminkan kondisi umat Islam hari ini yang begitu lemah. Faktanya persoalan Palestina masih belum terselesaikan. Para pemimpin negeri muslim hanya bisa mengecam tanpa ada aksi nyata, bantuan kemansiaan juga hanya solusi jangka pendek saja. Kaum muslim seharusnya mampu memberikan perlindungan nyata.
Disisi lain,adanya perjanjian sykes-picot yang membuat kaum muslim terkotak kotak menjadi nation state, sehingga tidak merasa ikut campur dengan permasalahan yang ada di negeri lain. Agar kaum muslimin tidak memiliki perasaan untuk bersatu kembali maka paham nasionalisme yang di buat Barat merasuk di benak kaum muslimin.
Hari ini kita menghadapi kenyataan bahwa kaum muslimin hidup dalam sejarah terburuk yang disebabkan oleh penerapan hukum sekularisme yaitu pemisahan aturan agama dari kehidupan dan kapitalisme yang diktator.
*Tinjauan Islam*
Persoalan Palestina bukan hanya masalah Idealnya umat muslim tidak tersekat-sekat melainkan bersatu layaknya satu tubuh. Rasulullah SAW bersabda: “Perumpamaan orang-orang mukmin dalam hal saling mencintai, menyayangi dan mengasihi, bagaikan satu tubuh. Apabila ada salah satu anggota tubuh yang sakit, maka seluruh tubuhnya akan ikut terjaga (tidak bisa tidur) dan panas (ikut merasakannya).” (HR.Bukhari dan Muslim)
Kejahatan Israel tak bisa ditolerir dengan jalan damai. Kerusakan yang dilakukan telah melampaui batas kemanusiaan dan harus dihentikan dengan jihad oleh tentara kaum muslimin.
Allah SWT. Berfirman, “Janganlah kalian lemah dan meminta untuk berdamai, padahal kalian lebih unggul (di atas mereka). Allah pun bersama kalian dan dia sekali-kali tidak akan mengurangi pahala amal-amal kalian’’. (Q.S. Muhammad:35)
Palestina merupakan tanah milik kaum muslimin sejak masa khalifah Umar Bin Khattab. Maka haram diserahkan kepada penjajah Zionis Yahudi Israel. Karena itu, yang seharusnya dilakukan kaum muslimin adalah mengusir Zionis Yahudi Israel dari Bumi Palestina, bukan berdamai, apalagi bekerja sama untuk melucuti senjata para pejuang Islam di Gaza.
Allah SWT. telah membolehkan umat Islam untuk mempertahankan diri, harta dan negara mereka dari serangan musuh. Allah SWT. Berfirman: “ telah diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi karena sesungguhnya mereka telah dianiaya. Sesungguhnya Allah benar-benar Mahakuasa untuk menolong mereka itu”. (Q.S. Al-Hajj:39)
Olehnya itu, umat muslim diperintahkan untuk mengusir dan memerangi musuh yang hendak merampas hak dan menyerang mereka. Perintah berjihad untuk mengusir musuh bukan saja berlaku bagi penduduk yang terjajah, tetapi juga bisa meluas bagi kaum muslim di sekitarnya. Saikh Said Bin Ali Wahf Al-Qathani dalam kita Al-Jihad fisabilillah menyatakan, “jika musuh telah memasuki salah satu negeri kaum muslim maka fardhu’ain atas penduduk negeri tersebut untuk memerangi musuh dan mengusir mereka. Juga wajib atas kaum muslim lain untuk menolong negeri itu jika penduduknya tidak mampu mengusir musuh. Hal itu dimulai dari yang terdekat , kemudian yang terdekat.” (Al-Qathani, Al-Jihad fi sabilillah Ta’ala, hlm.7, Maktabah Syamilah)
Maka, satu satunya jalan untuk menghentikan berbagai permasalahan dan penderitaan yang terjadi di Palestina yaitu dengan bersatunya kaum muslimin dibawah kepemimpinan Islam kaffah Wallahu a’lam bishawaab
.jpeg)