MENYINGKAP AGENDA LICIK AMERIKA DALAM BOARD OF PEACE CHARTER



*Oleh: Dhiyaul Haq (Aktivis Muslimah Malang Raya)*


Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto menjadi salah satu pemimpin negara yang menandatangani Board of Peace Charter pada Kamis, 22 Januari 2026 di Davos, Swiss. Menurut Humas Kepresidenan piagam ini menandai dimulainya operasional Board of Peace, sebagai badan internasional  baru yang dibentuk untuk mengawal proses transisi, stabilisasi dan rekonstruksi pasca konflik di Gaza khususnya.


Board of Peace adalah sebuah gagasan yang diinisiasi oleh gembong penjajah dunia yakni Amerika Serikat yang di pimpin oleh Donald Trump. Banyak penjajahan justru dibungkus dengan kata kata perdamaian,stabilisasi dan rekonstruksi. Kita mengetahui bersama Amerika memiliki rekam jejak panjang sebagai negara penjajah besar, AS melakukan sejumlah invasi, kudeta dan penghancuran negeri negeri muslim seperti Afganistan, Irak, Libya, Suriah, Sudan dan negeri muslim lainya.


*Lima Bahaya Board Of Peace*

Pertama BoP, merampas hak rakyat Gaza. Pembentukan dewan eksekutif Gaza berarti urusan pemerintahan diwilayah ini tidak lagi di tangan rakyat palestina, apalagi ditangan dunia islam. Gaza akan diatur oleh struktural asing, ini penjajahan gaya baru wajah lama.


Kedua BoP, mendorong pelucutan senjata penduduk Gaza termasuk hamas, dengan dalih stabilisasi, rakyat akan dipaksa menyerahkan alat perlawananya, sebalikanya yahudi sang penjajah tetap bersenjata lengkap dan siap membunuh rakyat palestina kapan saja. Artinya keamanan kaum muslim Gaza di tangan musuhnya sendiri.


Ketiga BoP, tidak melibatkan rakyat palestina, padahal merekalah sejatinya yang korban penjajahan dan genosida. Ironosnya sang penjagal dan penjajah Gaza malah masuk sebagai anggota dewan BoP.


Keempat BoP tetap mempertahankan eksistensi israel. Tidak ada tuntutan pembongkaran negara penjajah itu. Tidak pengembalian tanah palestina yg diduduki, dengan kata lain akar paletina tidak disentuh sama sekali.

Kelima keterlibatan para pemimpin muslim dalam BoP merupakan bentuk pengkhianatan terhadap palestina, apalagi mereka duduk dengan yahudi  sang penjajah dan penjagal palestina. Para pemimpin muslim itu malah masuk dalam skema yang mengamankan penjajahan.


*Palestina Butuh Pembebasan Bukan Board of Peace*


Penjajahan di mana pun, termasuk di palestina, sesungguhnya tidak akan pernah berakhir dimeja perundingan yang timpang. Palestina yang lama terjajah sama sekali tidak akan dibebaskan oleh Dewan-Dewan Perdamaian International buatan kafir penjajah.


Solusi untuk membebaskan Gaza dan Pelestina bukanlah dengan negosiasi. Solusi satu-satunya adalah dengan mengusir zionis yahudi dari Palestina dengan Jihad. Jihad inilah yang telah Allah SWT perintahkan dalam Al-Qur’an:

“Perangilah kaum kafir itu dimana saja kalian temui dan usirlah mereka dari tempat mana saja mereka telah mengusir kalian” (QS Al-Baqarah 2:191). Pada ujung ayat ini Allah SWT lalu menegaskan: Jika mereka memerangi kalian maka perangilah mereka. Demikianlah balasan setimpal bagi kaum kafir. QS Al-Baqarah 191. 


Cukup dengan mengerahkan ratusan ribu pasukan kaum Muslim dari negara2 Arab saja, tentu sangat mudah untuk menumpas sekaligus mengusir zionis yahudi dari bumi Palestina. Sayangnya umat saat ini, tidak memiliki institusi Global pemersatu mereka untuk memepersatukan mereka dalam satu langkah memerangi dan mengusir kaum Zionis Yahudi. 

Metode praktis untuk menyelesaikan masalah Palestina hanya dengan adanya Negara Khilafah, Negara inilah yang dapat menghancurkan kedzoliman Israel dan Amerika Serikat.  Dengan adanya Daulah Khilafah Islamiyyah, Jihad ofensif akan dipinpim oleh Khalifah pemimpin negara Khalifah. Solusi inilah sebagai solusi praktis dari problem Palestina dan seluruh kaum Muslimin. Aamiin

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel