Panic Buying BBM: Perlu Adanya Kedaulatan Energi

 


Oleh: Sarah Fauziah Hartono


Konflik Iran dengan AmerikaSerikat dan Israel telah memicu sejumlah kondisi yang mengkhawatirkan. Seperti kondisi panic buying yang muncul di beberapa negara dan lonjakan harga minyak dunia saat ini. (cnnindonesia.com, 05-05-2026).


Di tengah kecemasan banyak negara, termasuk Indonesia terkait menipisnya BBM, Bahlil Lahadalia selaku Menteri ESDM menyatakan dengan tegas bahwa stok BBM nasional masih dalam kondisi aman sehingga masyarakat diharapkan tetap tenang. (bloombergtechnoz.com, 06-05-2026).



Bisa dilihat bahwa konflik antara AS-Israel dengan Iran sudah mengancam pasokan BBM di sejumlah negara dunia termasuk Indonesia. Hal tersebut sudah pasti sedikit banyak menyebabkan fenomena panic buying di tengah masyarakat.


Hal tersebut wajar, karena BBM adalah komoditas strategis yang kelangkaan pasokannya akan menimbulkan gejolak di bidang ekonomi, sosial, dan politik.


Kekuasaan tertinggi terkait energi menjadi faktor yang sangat penting untuk menjaga stabilitas politik ekonomi di suatu negara. Hal tersebut tidak bisa diraih di tengah sistem kapitalisme.


Kapitalisme global telah mengeksploitasi sumber daya energi dari negara-negara lemah demi menyedot keuntungan ekonomi dan menciptakan ketergantungan energi sebagai alat penjajahan ekonomi. Sehingga stabilitas politik ekonomi di suatu negara yang terdampak tidak terjaga.


Itulah pentingnya mengetahui dan menyadari bahwa menyudahi kepemimpinan dalam naungan Kapitalisme dan menggantinya dengan sistem yang adil, yaitu Sistem Kepemimpinan Islam sangatlah penting. 


Dalam Islam, sudah pasti akan mengatur dengan baik pengelolaan sumber daya alam termasuk tambang. Pengaturan di semua aspeknya yaitu status kepemilikan, pengelolaan, dan distribusinya.


Umat Islam harus sadar bahwa kekayaan negeri-negeri muslim di seluruh dunia ini memiliki sumber daya alam yang berlimpah, dan bisa untuk menyejahterakan seluruh masyarakatnya. 

Penjajahan Kapitalisme Global yang sudah mengeruk habis kekayaan negeri-negeri Islam sudah harus dihentikan dengan menegakkan kembali syariat Islam.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel