Solusi Islam dalam Keterpurukan dunia Pendidikan
Oleh: Fenti
Viralnya unggahan di media sosial tentang 9 orang siswa SMA di Purwakarta yang melakukan gestur tangan jari tengah kepada gurunya di dalam ruang kelas, merupakan bentuk perundungan dan pelanggaran etika. Peristiwa ini menuai kecaman luas, karena dinilai mencerminkan krisis etika dan penghormatan terhadap guru di lingkungan sekolah.
Atas peristiwa ini pihak sekolah memberikan sanksi berupa skorsing selama 19 hari setelah pihak sekolah memanggil orang tua masing-masing siswa.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Purwanto, menanggapi peristiwa ini dengan memastikan bahwa walaupun pihak sekolah memberikan sanksi skorsing kepada 9 siswa tersebut, namun tidak akan sampai dikeluarkan dari sekolah. Kesembilan siswa tersebut akan menjalani pembinaan intensif selama 3 bulan. Pembinaannya berupa pendampingan rutin oleh psikologi, pelaksanaan kegiatan Sosial di lingkungan masyarakat dengan pengawasan ketat yang melibatkan kolaborasi pihak sekolah dan orang tua.
Langkah ini sejalan dengan saran Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi agar sanksi bagi siswa lebih bersifat mendidik dan membangun karakter, sehingga berdampak langsung pada perubahan perilaku.
Purwanto pun menginstruksikan kepada seluruh sekolah di bawah naungan Disdik Jabar untuk melarang penggunaan ponsel selama kegiatan belajar mengajar berlangsung. Hal ini dinilai karena penggunaan teknologi digital yang tidak terkontrol menjadi pemicu siswa melakukan aksi yang melanggar norma demi konten, dimana mereka membutuhkan pengakuan di media sosial. Mereka lebih mengutamakan viralitas dibandingkan menjaga adab kepada gurunya.
Sejatinya sistem pendidikan sekulerlah yang saat ini diterapkan, yang mengakibatkan diabaikannya adab terhadap guru. Dalam sistem kapitalis posisi pendidikan seperti pasar, dimana siswa dan orang tua sebagai konsumen sedangkan sekolah dan guru sebagai penyedia jasa atau layanan. Akibatnya bila konsumen tidak puas atas layanan jasa pihak sekolah, maka terjadi protes keras atau bahkan tindak kekerasan. Sistem ini melahirkan generasi yang cerdas namun minim moral.
Padahal dalam Islam, guru memiliki kedudukan yang sangat tinggi. Sistem yang menjadikan adab sebagai bagian dari konsep pendidikan hanya ada di dalam Islam. Kurikulum pendidikan yang digunakan pun dibangun atas landasan aqidah Islam, agar mencetak generasi yang memiliki kepribadian Islam, yaitu kesatuan antara pola pikir dan pola sikap yang terikat pada syariat. Dalam kurikulum inipun tidak hanya menerapkan pentransferan ilmu tapi juga cara pandang hidup dimana ada standar halal dan haram dalam berpikir dan berperilaku. Sehingga siswa tidak hanya cerdas dalam ilmunya tapi juga terjaga perilakunya.
Menyikapi peristiwa penghinaan terhadap guru seperti ini, Islam dapat memberikan solusi, yaitu dengan memberikan pemahaman bahwa tujuan pendidikan itu untuk membentuk kepribadian yang berlandaskan aqidah. Peran guru tidak hanya sebagai penyampai materi saja, namun sebagai pendidik dan menjadi pencetak generasi yang berkepribadian Islam.
Disisi lain Orang tua pun sebagai madrasah pertama bagi anak, salah satu perannya adalah untuk mengajarkan adab terhadap guru, dengan didukung lingkungan yang baik supaya terwujudnya pencetakan generasi yang cerdas dan berkepribadian mulia.
Peran negara pun sangat penting. Dimana negara diwajibkan untuk memberikan penghargaan dan kesejahteraan yang layak terhadap guru, sehingga seorang guru bisa menjalankan perannya tanpa memikirkan keperluan ekonomi. Dengan begitu wibawa Guru akan terjaga dimata siswa dan masyarakat.
Negara juga akan menjaga media elektronik sehingga tidak ada konten-konten yang akan merusak moral.
Menghormati guru adalah bagian penting dari adab dalam Islam. Pendidikan berbasis aqidah Islam yang didukung negara, diyakini mampu membentuk karakter pelajar dan menjaga wibawa guru. Dalam sebuah hadits diriwayatkan, Rasulullah SAW bersabda: "Bukan termasuk golongan kami, orang yang tidak menghormati yang lebih tua, tidak menyayangi yang lebih muda dan tidak mengetahui hak orang yang berilmu" (HR Tirmidzi).
.jpeg)